Untuk kali keempat secara beruntun, AS Roma akan kembali berhadapan dengan Inter Milan di final Copa Italia. Giallorossi lolos setelah bermain 1-1 dengan Catania.
Hasil 1-1 memang sudah cukup buat Roma untuk menyusul Inter yang pada laga semifinal lainnya kemarin menundukkan Lazio dengan 2-0. Berbekal kemenangan 1-0 di leg pertama, skuad besutan Luciano Spaletti unggul agregat 2-1.
Final Inter vs Roma merupakan laga ulangan dalam tiga tahun terakhir. Dari tiga laga tersebut Inter memenangi dua pertemuan pertama sementara Roma kebagian satu gelar.
Intermilan Preview – Pertarungan semifinal leg kedua Inter melawan Lazio, Kamis (8/5/2008) dinihari WIB, berjalan ketat. Akibat dari alotnya pertandingan, pelatih Inter Roberto Mancini pun jadi korban pertama yang dikartumerah dan harus meninggalkan area bench. Mancio pun harus menyaksikan sisa laga dari kejauhan, “ditemani” aparat kepolisian. 
Menjelang pertandingan berakhir, giliran Marco Materazzi yang diacungi kartu merah setelah pelanggaran kerasnya terhadap penyerang Lazio, Goran Pandev.
Julio Cruz yang jadi penentu kemenangan “La Beneamata” pun tak lepas dari kesalahan. Beberapa saat sebelum mencetak gol kedua Inter, dia terlihat memukul Aleksander Kolarov sampai telinga bek Lazio itu mengeluarkan darah. Tindakan tersebut luput dari pengamatan ofisial sehingga Cruz selamat dari ganjaran kartu.
Meski demikian, Zanetti yang bersyukur timnya sudah masuk ke final, tetap merasa kalau timnya sudah menunjukkan fairplay dalam laga itu.
“Kami menginginkan final ini dan lega bisa sampai di sana, jadi kami harus fokus dalam mendapatkan kembali energi kami sampai akhir musim Seri A,” tukas dia seperti dilansir Channel 4, Kamis (8/5/2008).
“Hal seperti ini terjadi dan ada tensi di lapangan, tapi yang penting adalah menunjukkan fair play dan itu yang kami lakukan malam ini,” tandas Zanetti.
Terlepas patut tidaknya Inter mendapat predikat fairplay, mereka rasanya layak mendapat kredit khusus karena sudah mampu keluar dari tekanan Lazio, yang lebih banyak menyerang, dan lantas menang. Apalagi raihan ini adalah keempat kalinya secara beruntun Inter mampu menembus laga puncak Coppa Italia.
Roma Preview- Di Stadion Angelo Massimino, Jumat (9/5/2008), Roma langsung menekan tuan rumah dan membuka peluang melalui Simone Perrotta memanfaatkan crossing Vitorio Antunes. Usaha tersebut tak membuahkan hasil lantaran sepakan itu terlalu lemah yang membuat kiper mudah mengantisipasinya.
Usaha Roma menggedor pertahanan Catania membuahkan hasil di menit 27 melalui Alberto Aquilani. Dengan dingin dia mengarahkan bola ke dalam gawang dan memperdaya kiper Bizzarri.
Catania yang kini masih berjuang menjauhi zona degradasi langsung bereaksi dengan gol tersebut. Dua menit berselang Cristian Silvestri mampu menyamakan kedudukan saat tandukannya meneruskan umpan tendangan bebas tak sampai dijangkau Curci.
Tiga menit sebelum turun minum Roma kembali memiliki peluang lewat tendangan voli Ludovic Giuly namun masih melayang di atas mistar. Sementara tendangan Mascara saat berdiri dalam posisi menguntungkan juga cuma melebar dari gawang Roma.
Memasuki menit 57 sebuah peluang dari Perrotta saat meneruskan umpan Cicinho dihentikan tiang gawang. Sedangkan usaha tuan rumah untuk membalas kekalahan di leg pertama lalu tak kunjung membuahkan hasil karena beberapa peluang yang dimiliki gagal dilanjutkan menjadi gol.
Analisa : Akankah Intermilan juara ????? atau AS Roma kah yang berjaya ???? kita lihat saja babak selanjutnya
sumber : http://www.detiksport.com
Filed under: Berita Dunia | Tagged: as roma, copa, crespo, ibra, intermilan, suazo, totti, zanneti


















